Seorang guru bukan hanya sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan cinta dalam hati anak-anaknya—terutama cinta kepada masjid, rumah Allah yang penuh berkah. Dengan penuh kesabaran, ia mengajarkan bahwa masjid bukan hanya tempat untuk salat, tetapi juga pusat ilmu, akhlak, dan kebersamaan.
Setiap nasihatnya adalah ajakan lembut agar kaki-kaki kecil terbiasa melangkah ke masjid, agar telinga mereka akrab dengan lantunan ayat suci, dan agar hati mereka terpaut pada keindahan ibadah. Ia tidak hanya memberi tahu, tetapi juga memberi contoh. Ia hadir bersama murid-muridnya, mengajak mereka merasakan ketenangan dalam sujud, memahami makna doa, dan menemukan kebahagiaan dalam beribadah.
